Tentang Kami
Company Profile
Mitra Bina Insani

   Program & Biaya
Komputer
Bahasa Korea
Bahasa Jepang
Bahasa Inggris
Bimbingan Belajar
Bahasa Mandarin

   Interaktif
Buku Tamu
Kontak Kami
Download
Kirim Artikel / Berita

   Daftar Alumni
Alumni Bahasa Korea
Alumni Bahasa Jepang
Alumni Bahasa Inggris
Alumni Komputer

   Info G to G Korea Siswa Bina Insani
Siswa Sudah ter-Sending
Daftar Penerima SLC
Daftar Penerima Visa / Preliminary Training

   Bekerja di Korea
Pengantar tentang EPS
Hak & Kewajiban
Syarat PenempatanKerja
Sekilas Bekerja di Korea

   Hasil Tes EPS-KLT
EPS-KLT Mei 2009

   Program Pemagangan IMM Jepang
Prosedur Rekrutmen
Persyaratan
Jenis Pekerjaan

   E-Mail Bina Insani

   Diklat Instansi

   Testimoni Siswa Bina Insani

   Info Terbaru
Komputer
Bahasa Korea
Bahasa Jepang
Bahasa Inggris
Bimbel
Lowongan Kerja
Umum
Pengumuman BNP2TKI
TKI Korea

   Jajak Pendapat
Pelatihan apa yang paling anda minati :

Komputer
Korea
Jepang
Inggris
Bimbel


   Statistik
  Visitors : 566141 visitors
  Hits : 53804 hits
  Month : 755 users
  Today : 228 users
  Online : 7 users

   


Calon TKI Yogya Terkendala Budaya, Hanya Kirim 3.000 orang
Rabu, 25 Nopember 09 - oleh : Admin_BI


Kita kerja keras menyadarkan warga Yogya, tidak mungkin hanya mengandalkan lapangan kerja di sini. Kalau mau sukses harus berani menjemput rejeki di luar negeri dengan menjadi TKI,” kata Munir, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Yogya

Jakarta, BNP2TKI (24/11) - Penempatan warga Yogya sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri tidak cukup signifikan untuk mengurangi angka pengangguran di kota Gudeg itu. Dari jumlah pengangguran sebanyak 140.000 orang, jumlah penempatan TKI asal Yogyakarta hanya mencapai 3.000 orang saja.

“Jadi hanya sekitar 3-5 persen saja, tidak signifikan untuk mengurangi angka pengangguran di sini,” kata Munir, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Yogya, di sela-sela Rakornas Bursa Kerja Luar Negeri (BKLN), di Bandung, pekan lalu.

Angka penempatan 3.000 orang itu diakui Munir menunjukkan penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 5.000 – 6.000 orang. Penurunan ini, katanya, terkait erat dengan krisis ekonomi dunia di awal tahun, serta penghentian sementara (moratorium) penempatan TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Malaysia.

“Insya Allah kalau moratorium dicabut jumlah penempatan TKI asal Yogya akan kembali meningkat meski tidak cukup banyak,” katanya.

Menurut Munir, sejauh ini ada kecenderungan warga Yogya sudah jenuh untuk menjadi TKI di Malaysia. Mereka cenderung memilih bekerja di negara-negara seperti Taiwan, Hongkong atau Korea. Tapi diakuinya, Malaysia masih menduduki posisi tertinggi dalam penempatan TKI asal Yogyakarta.

Warga Yogya yang bekerja sebagai TKI di luar negeri yang terdaftar di BP3TKI, jelas Munir, umumnya bekerja di sektor formal sesuai policy pemerintah daerah. Jika ada warga Yogya yang menjadi PLRT, Munir memastikan, mereka tidak akan berangkat dari Embarkasi Yogya tetapi melalui Embarkasi Semarang.

Namun demikian diakui Munir, dari sisi sumber daya manusia (SDM), DI Yogya memiliki potensi yang melimpah seiring dengan banyaknya lembaga-lembaga pendidikan di daerah yang juga dikenal kota pendidikan itu.

Kendala Budaya

Mengenai rendahnya angka penampatan TKI Yogya dibanding jumlah pengangguran, menurut Munir, hal ini terkait dengan kendala budaya dan psikologis para pencari kerja. “Mereka itu masih menganut falsafah mangan ora mangan waton kumpul (makan tidak makan asal kumpul), dan hujan batu di negeri sendiri masih lebih baik daripada hujan emas di negeri orang,” ujarnya.

Guna mendobrak pandangan keliru soal penempatan TKI di luar negeri itu, menurut Kepala BP3TKI Yogya itu, pihaknya saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi untuk menjadi TKI secara legal dan benar. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan agar warga Yogya tidak hanya melihat berita-berita buruk soal TKI, karena sesungguhnya TKI yang bermasalah tidak lebih 10 persen disbanding TKI yang sukses.

“Kita kerja keras menyadarkan warga Yogya, tidak mungkin hanya mengandalkan lapangan kerja di sini. Kalau mau sukses harus berani menjemput rejeki di luar negeri dengan menjadi TKI,” pungkas Munir.(e)

  kirim ke teman |   versi cetak


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Formulir Komentar

Nama
Email
Judul Komentar
Komentar
* Security Code

 
   

Denah LPK Bina Insani

LINK CABANG :

LPK BINA INSANI SOLO
LPK BINA INSANI MAGELANG
LPK BINA INSANI MALANG

Customer Service





Kabag Akademik





Kabag Keuangan, Admin & Personalia





Kabag Marketing & Humas





BKK (Bursa Kerja Khusus)





Bina Insani Grafika





Direktur



facebook bina insani




Daftar Sending Klik Disini
Daftar Penerima SLC Klik Disini
Jadwal Preliminary Training Klik Disini
Daftar Penerbangan Klik Disini
Daftar Tdk Memenuhi Syarat Klik Disini

Selamat & Sukses kepada Siswa Bina Insani
yang sudah Berangkat & Bekerja di Korea


   Link Terbaru
Kursus Online
[Added: 18-Jul-2008]
Departemen Tenaga Kerja Korea
[Added: 15-Apr-2008]
Tips Komputer Akuntansi & Statistik
[Added: 22-Jan-2008]
Portal Belajar Bahasa Jepang
[Added: 22-Aug-2007]
Pelajaran Bhs Korea (KBS)
[Added: 06-Jan-2007]
Ilmu Komputer
[Added: 06-Jan-2007]
Info Program EPS (Kerja di Korea)
[Added: 06-Jan-2007]
Pemagangan Jepang
[Added: 05-Jan-2007]
KLPT Indonesia
[Added: 05-Jan-2007]
BNP2TKI
[Added: 05-Jan-2007]
Tampilkan situs Anda di sini.
» Tambah link baru
» Browse link

   Sindikasi Berita





 

 

| depan | tentang kami | buku tamu | download | kontak |
©LPK BINA INSANI 2003-2009 Powered by auraCMS v1.62.
valid R S S / X M L & H T M L

Original Themes by ENDOK.