
Yogyakarta, 28 Agustus 2024 — Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan perlindungan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) kembali mengadakan sosialisasi rutin di lingkungan pelatihan bahasa Jepang intensif. Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian pembukaan Pelatihan Bahasa Jepang Intensif Angkatan ke-36 di Kampus 2 Bina Insani MTC Yogyakarta.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Tokutei Ginou, yaitu skema kerja terampil di Jepang yang memungkinkan pekerja migran Indonesia bekerja di sektor-sektor tertentu dengan keterampilan khusus. Pada tanggal 28 Agustus 2024, para peserta baru menerima materi sosialisasi dari BP3MI yang mencakup pemahaman tentang skema kerja Tokutei Ginou, peraturan terkait penempatan, serta hak-hak perlindungan yang dijamin oleh pemerintah.
Dalam sesi ini, BP3MI menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh mengenai proses migrasi kerja yang legal, prosedur keberangkatan yang sesuai regulasi, dan perlindungan hukum yang tersedia bagi CPMI. Para peserta juga diberi informasi mengenai lembaga-lembaga resmi yang dapat mereka hubungi jika mengalami kendala selama proses penempatan ataupun saat bekerja di luar negeri.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam pelatihan karena tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan bahasa Jepang, tetapi juga memberikan kesadaran akan hak dan kewajiban mereka sebagai pekerja migran. Dengan demikian, diharapkan peserta dapat menjalani proses kerja di Jepang dengan aman, tertib, dan bermartabat.
Bina Insani, sebagai lembaga pelatihan resmi yang terdaftar, terus bekerja sama dengan BP3MI dan instansi terkait untuk memastikan bahwa setiap calon pekerja migran yang dilatih memiliki kompetensi bahasa, etos kerja, serta pemahaman hukum yang memadai sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Pelatihan Angkatan 36 ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, dengan metode pembelajaran intensif yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, tetapi juga kesiapan budaya dan mental peserta dalam menghadapi dunia kerja internasional.