Yogyakarta, 9 Desember 2025 — LKP Bina Insani secara resmi membuka Kelas Jepang Intensif Angkatan 41 yang diselenggarakan di Kampus 1 Bina Insani MTC, Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari komitmen Bina Insani dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja internasional, khususnya Jepang.
Kegiatan pembukaan diikuti oleh 10 siswa yang memiliki motivasi kuat untuk mengikuti program pembelajaran bahasa Jepang secara intensif.
Pembukaan dan Arahan Pimpinan
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Bina Insani, Bapak Mohammad Royidi, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kedisiplinan, konsistensi belajar, dan sikap profesional sebagai bekal utama bagi peserta yang ingin berkarier di Jepang. Beliau juga menekankan bahwa penguasaan bahasa Jepang merupakan kunci utama untuk memahami budaya kerja dan membangun komunikasi yang efektif di lingkungan kerja internasional.
Paparan Akademik dan Gambaran Kerja ke Jepang
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dan paparan dari bagian akademik. Pada sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai sistem pembelajaran, target kompetensi, serta gambaran peluang kerja ke Jepang yang dapat diikuti setelah menyelesaikan program pelatihan.
Paparan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak awal kepada siswa terkait alur pembelajaran, komitmen yang harus dijalani, serta prospek karier yang terbuka bagi lulusan program Jepang intensif.
Pembelajaran Dimulai dengan Materi Irodori Buku 1
Proses pembelajaran dimulai keesokan harinya, dengan menggunakan materi Irodori Buku 1 sebagai dasar pembelajaran bahasa Jepang. Materi ini difokuskan pada penguasaan kemampuan komunikasi dasar, kosakata, tata bahasa, serta percakapan sehari-hari yang relevan dengan kehidupan dan dunia kerja di Jepang.
Dengan dibukanya Kelas Jepang Intensif Angkatan 41 ini, LKP Bina Insani berharap para peserta dapat mengikuti program dengan sungguh-sungguh dan mencapai kompetensi bahasa Jepang sesuai target, sehingga siap melangkah ke tahap selanjutnya menuju dunia kerja internasional.