Yogyakarta, 10 Desember 2025 — Bina Insani MTC secara resmi membuka Kelas Jepang Reguler Angkatan 34 yang dilaksanakan di Kampus 1. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bina Insani dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja internasional, khususnya Jepang.
Kegiatan pembukaan diikuti oleh 8 siswa yang telah mendaftarkan diri dan berkomitmen untuk mengikuti program pembelajaran bahasa Jepang secara reguler.
Pembukaan Resmi oleh Direktur Bina Insani
Acara dibuka oleh Direktur Bina Insani, Bapak Mohammad Royidi, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesungguhan belajar, kedisiplinan, dan konsistensi selama mengikuti proses pelatihan. Penguasaan bahasa Jepang, menurut beliau, menjadi modal utama bagi peserta untuk dapat bersaing dan beradaptasi dengan budaya serta sistem kerja di Jepang.
Arahan Akademik dan Paparan Program Kerja ke Jepang
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan arahan serta paparan dari bagian akademik. Pada sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sistem pembelajaran, target capaian kompetensi, serta gambaran peluang kerja ke Jepang melalui berbagai jalur yang tersedia.
Paparan ini secara khusus menjelaskan skema kerja Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW) yang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor industri di Jepang, sehingga peserta memiliki pemahaman yang jelas mengenai tujuan dan arah pembelajaran. Pembelajaran Dimulai 11 Desember 2025 dengan Materi Irodori Buku 1.
Proses pembelajaran dimulai pada 11 Desember 2025, dengan menggunakan materi Irodori Buku 1 sebagai dasar pembelajaran. Materi yang diajarkan mencakup kompetensi bahasa Jepang yang disesuaikan dengan kebutuhan ujian JFT-Basic dan ujian SSW, yang menjadi persyaratan utama dalam program kerja Tokutei Ginou di berbagai sektor.
Melalui program ini, LKP Bina Insani berharap para siswa mampu menguasai bahasa Jepang secara bertahap dan terarah, sehingga siap menghadapi ujian serta memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di Jepang sesuai bidang yang diminati.