YOGYAKARTA – Dalam upaya memperluas cakrawala karier lulusan muda di sektor agrikultur, Bina Insani sukses menyelenggarakan rangkaian sosialisasi program Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou. Kegiatan ini menyasar sejumlah institusi pendidikan kejuruan dan tinggi berbasis pertanian di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Kegiatan ini menjadi sangat istimewa karena menghadirkan langsung perwakilan dari Accepting Organization (AO) asal Jepang, yaitu Mr. Shoya Yamada (Director) dan Ms. Miki Abo. Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan gambaran transparan mengenai skema penempatan dan kebutuhan tenaga kerja sektor pertanian di Jepang.
Sosialisasi dilakukan secara intensif di beberapa titik strategis untuk memastikan informasi tersampaikan kepada talenta-talenta terbaik:
Polbangtan Yoma (Politeknik Pengembangan Pertanian Yogyakarta Magelang): Fokus pada lulusan diploma yang siap menjadi tenaga ahli pertanian di level manajerial lapangan.
SMK MM 52 Yogyakarta: Membekali siswa dengan motivasi kerja internasional sejak dini.
SMKN 1 Pandak Bantul: Menjaring potensi siswa di wilayah Bantul yang dikenal memiliki minat tinggi pada teknologi pertanian.
SMKN 1 Nanggulan Kulonprogo: Memperkenalkan modernisasi alat pertanian Jepang kepada siswa.
SMK Maarif Wates: Memberikan edukasi terkait persiapan mental dan kedisiplinan kerja di luar negeri.
Dalam sesinya, Mr. Shoya Yamada menjelaskan secara mendalam mengenai skema penempatan SSW. Berbeda dengan program magang biasa, SSW menawarkan keuntungan lebih bagi siswa, di antaranya:
Status Pekerja Formal: Memiliki hak dan perlindungan yang setara dengan pekerja lokal Jepang.
Gaji dan Fasilitas: Standar gaji yang kompetitif serta tunjangan yang jelas.
Kontrak Jangka Panjang: Peluang untuk bekerja hingga 5 tahun dengan kemungkinan perpanjangan.
Ms. Miki Abo juga menambahkan pentingnya penguasaan bahasa Jepang dan pemahaman budaya kerja di perkebunan maupun peternakan Jepang yang sudah menggunakan teknologi tinggi.
Melalui sosialisasi ini, Bina Insani berharap para siswa dari SMKN 1 Pandak, SMKN 1 Nanggulan, SMK MM 52, SMK Maarif Wates, hingga mahasiswa Polbangtan Yoma tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam industri pertanian global.
"Kami ingin memastikan setiap siswa memahami bahwa keahlian pertanian yang mereka pelajari di sekolah sangat dihargai di Jepang. Dengan skema SSW, masa depan mereka jauh lebih terukur," ungkap perwakilan Bina Insani di sela-sela kegiatan.