YOGYAKARTA – Sabtu, 7 Februari 2026, menjadi tonggak sejarah bagi 35 alumni Bina Insani Yogyakarta. Mereka mengikuti simulasi wawancara kerja (Mensetsu) intensif bersama delegasi Accepting Organization (AO) dari Jepang sebagai persiapan akhir menuju karier di bidang pertanian.
Meskipun sesi wawancara baru dimulai pukul 14.00 WIB, para peserta sudah hadir sejak pukul 09.00 pagi. Waktu tersebut digunakan untuk persiapan matang, mulai dari pengecekan berkas, pemantapan Jikoshoukai (perkenalan diri), hingga memastikan kerapian sikap dan pakaian sesuai standar profesional Jepang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh tim ahli dari Jepang yang didampingi oleh Anggita Yunia Putri (Staff TSK Joyous Mediation). Delegasi AO Jepang yang hadir meliputi:
Mr. Shoya Yamada (Director)
Ms. Miki Abo
Mr. Watanabe
Mr. Kobayashi
Dalam sesi wawancara, pertanyaan mendalam seperti “Mengapa Anda memilih bidang pertanian?” menjadi ujian krusial bagi peserta. Mr. Shoya Yamada menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mencari kemampuan bahasa.
"Kami ingin mengetahui motivasi yang sebenarnya dan kesiapan untuk bekerja sungguh-sungguh di bidang yang dipilih," ungkap beliau.
Senada dengan itu, Ms. Miki Abo mengamati detail non-verbal peserta. Baginya, cara duduk, ekspresi wajah, intonasi suara, hingga tata krama saat memberi salam (ojigi) mencerminkan keseriusan dan karakter kandidat.
Keberanian para alumni menjawab pertanyaan bukan lahir dari hafalan, melainkan hasil pembinaan panjang selama 6 sesi kelas Kaiwa intensif. Hartadi, bagian Akademik Bina Insani, menyatakan bahwa persiapan sejak pagi adalah bagian dari pembentukan mental.
"Kami ingin siswa hadir dengan kesiapan total. Ketika menghadapi suasana formal yang sesungguhnya, mereka sudah terbiasa dan tampil percaya diri," jelasnya.
Kunjungan AO Jepang ini menjadi bukti nyata kolaborasi aktif antara Bina Insani dengan mitra di Jepang. Di balik ketegangan yang dirasakan, setiap jawaban yang diucapkan para alumni adalah satu langkah lebih dekat untuk mewujudkan mimpi bekerja di Negeri Sakura