YOGYAKARTA – Perjalanan menuju kesuksesan seringkali dibangun di atas fondasi ketekunan yang panjang. Hal inilah yang dibuktikan oleh Dzul Sakran Mohamad Nusi, alumni Bina Insani asal Gorontalo yang baru saja memulai babak baru kariernya di Negeri Sakura melalui program Tokutei Ginou (SSW) bidang Perhotelan.
Ingin kerja ke Jepang tapi sesulitan biaya?
Pemerintah Kota Yogyakarta akan membantu Anda
Ini kesempatan langka, segera cari informasinya disini INFO PELATIHAN BAHASA JEPANG GRATIS
Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta membuka Program Pelatihan Keterampilan Kerja Tahun 2026 GRATIS untuk warga Kota Yogyakarta!
Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan dan pelatihan kerja internasional. Empat siswa terbaik dari Bina Insani Migrant Training Center resmi berangkat ke Jepang melalui Program Beasiswa Kaigo pada 31 Maret 2026. Mereka adalah Sandy, Sonia, Rafi, dan Dika, yang kini siap memulai perjalanan baru menimba ilmu sekaligus menapaki karier di negeri sakura.
Setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu keputusan sederhana: berani melangkah dan terus belajar.
Kabar membanggakan datang dari salah satu alumni Bina Insani. Mas Fareza Naufal Pratama, alumni DJSI 28, kini sedang mengikuti pelatihan kerja di bidang perkeretaapian Jepang melalui program Tokutei Ginou dengan beasiswa pelatihan penuh. Sebuah kesempatan berharga yang tidak datang begitu saja, tetapi melalui proses belajar, persiapan, dan komitmen yang kuat.
Siapa bilang harus menunggu lulus untuk bisa meraih prestasi besar?
Tiga siswi dari kelas DJR 32 Bina Insani berhasil membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi belajar dapat membawa hasil yang membanggakan bahkan ketika mereka masih aktif mengikuti proses pembelajaran.
Di tengah semakin besarnya peluang kerja ke luar negeri, sinergi antar lembaga menjadi kunci membuka jalan bagi generasi muda. Senin pagi itu, langkah-langkah penting menuju masa depan tersebut dimulai dari sebuah pertemuan strategis di Bina Insani Magelang.
Di sudut Girisubo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seorang pemuda bernama Dawea Senja Okta Ditama pernah menyimpan mimpi besar: kerja Jepang melalui visa Tokutei Ginou (TG). Mimpi itu bukan sekadar angan, melainkan target hidup yang ia perjuangkan dengan sungguh-sungguh.