25 Mei 2026 | Dalam upaya memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di kancah global, Bina Insani MTC bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY sukses menyelenggarakan program Pelatihan Bahasa Inggris.
Program yang berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 11 Mei hingga 25 Mei 2026, ini menjadi langkah strategis bagi pengembangan sumber daya manusia di wilayah Yogyakarta. Sebanyak 20 siswa terpilih telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pendidikan dengan penuh dedikasi.
3 Juni 2026 | Sebuah langkah besar baru saja dimulai. Hari ini, Bina Insani MTC secara resmi membuka program Diklat Bahasa Jepang Intensif Angkatan 44. Sebanyak 21 siswa terpilih telah memulai perjalanan pendidikan mereka di Kampus 2 Bina Insani MTC, dengan satu tujuan mulia: menjadi tenaga kerja profesional melalui program Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker).
Rabu, 20 Mei 2026 menjadi langkah awal bagi para peserta didik baru kelas reguler Bahasa Korea angkatan 112 di LPK Bina Insani MTC Magelang. Sejak pagi hari, suasana di Gedung 1 Ruang 3 Bina Insani Magelang sudah dipenuhi semangat dan harapan baru dari para calon pekerja migran yang siap mempersiapkan masa depan melalui program G to G Korea.
"Pernahkah Anda membayangkan rasanya berdiri di ambang mimpi yang telah Anda perjuangkan siang dan malam? Ketika keringat belajar tata bahasa Jepang yang rumit berubah menjadi air mata haru pelepasan, di situlah sebuah perjalanan baru resmi dimulai."
YOGYAKARTA – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Kampus 2 Bina Insani MTC Yogyakarta pada Senin, 18 Mei 2026. Setelah menempuh masa kediklatan yang intensif, menguras energi, serta menguji keteguhan mental, para peserta Diklat Jepang Intensif Angkatan 42 (DJSI 42) akhirnya sampai pada babak pamungkas. Agenda penutupan ini menjadi saksi bisu dari akhir perjuangan mereka di ruang kelas, sekaligus gerbang awal menuju karier gemilang di Negeri Sakura.
"Sensei, saya pasti berangkat. Saya tidak akan mengecewakan diri saya sendiri."
Kalimat itu terucap lirih, namun bergetar penuh keyakinan dari salah satu siswa Diklat Jepang Angkatan 32 LPK Bina Insani MTC Magelang. Di bawah langit sore yang perlahan meredup, suasana di rooftop Gedung 3 Bina Insani Magelang mendadak senyap. Ada genangan air mata di sudut mata mereka, bukan karena sedih, melainkan karena sebuah rasa bernama: perjuangan yang baru saja dimulai.
Riki Membuktikan Mimpi Tokutei Ginou Bisa Jadi Nyata dengan Biaya Terjangkau
Dulu, Riki Kurniawan sempat berpikir bahwa bekerja di Jepang hanyalah mimpi yang sulit dicapai. Biaya yang katanya bisa puluhan juta membuatnya ragu untuk melangkah.
Bina Insani MTC kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka jalan bagi siswa-siswi untuk meraih peluang kerja di Jepang melalui program visa Specified Skilled Worker (SSW). Kali ini, langkah strategis diambil dengan membuka peluang kerjasama bersama perusahaan penempatan resmi atau P3MI guna memastikan proses yang lebih aman, legal, dan terstruktur.