Yogyakarta – Kabar penting bagi mantan peserta Program Magang Jepang (Ginou Jisshu) yang berencana kembali bekerja di Jepang melalui jalur Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW).
Mulai 1 April 2027, pemerintah Jepang akan menerapkan ketentuan baru yang berdampak pada sebagian alumni program magang lama. Salah satu perubahan yang perlu diperhatikan adalah tidak semua peserta dapat lagi mengandalkan dokumen Hyoka Chosho (評価調書) sebagai dasar untuk memperoleh pembebasan ujian ketika mengajukan visa Tokutei Ginou.
Apa Itu Hyoka Chosho?
Hyoka Chosho (Evaluation Record) merupakan dokumen yang selama ini digunakan sebagai bukti bahwa peserta telah menyelesaikan Program Magang Jepang (Ginou Jisshu) dengan baik (良好修了).
Berdasarkan ketentuan yang berlaku saat ini, peserta yang memenuhi syarat dapat memperoleh pembebasan dari ujian keterampilan dan/atau ujian bahasa Jepang ketika beralih ke Tokutei Ginou, tergantung bidang pekerjaan yang dipilih.
Apa yang Berubah Mulai 1 April 2027?
Dalam masa transisi menuju sistem baru Ikusei Shuro (育成就労), pemerintah Jepang menetapkan bahwa peserta yang menyelesaikan Program Magang Jepang berdasarkan sistem lama (sebelum 1 November 2017) tidak lagi dapat menggunakan Hyoka Chosho untuk memperoleh pembebasan ujian sebagaimana selama ini berlaku.
Artinya, kelompok peserta tersebut tetap harus:
- Lulus ujian keterampilan Tokutei Ginou sesuai bidang pekerjaan.
- Lulus ujian bahasa Jepang yang dipersyaratkan, seperti JFT-Basic atau JLPT sesuai ketentuan sektor masing-masing.
Apakah Semua Alumni Magang Terkena Aturan Ini?
Tidak.
Perubahan ini tidak berlaku untuk seluruh lulusan Ginou Jisshu.
Bagi peserta yang menyelesaikan Ginou Jisshu 2 berdasarkan sistem setelah 1 November 2017, Hyoka Chosho masih dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bukti telah menyelesaikan program dengan baik.
Karena itu, setiap mantan peserta magang perlu memeriksa kembali tahun penyelesaian program dan status magangnya sebelum mengajukan perpindahan ke Tokutei Ginou.
Jangan Menunggu Sampai Terlambat
Bagi mantan peserta magang, terutama yang termasuk kategori sistem lama, persiapan sebaiknya dilakukan sejak sekarang dengan:
Jangan menunggu hingga proses Certificate of Eligibility (COE) diajukan. Dalam beberapa kondisi, apabila izin masuk atau perubahan status diberikan setelah 1 April 2027, ketentuan baru dapat berlaku sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah Jepang.
Ikusei Shuro Menjadi Awal Era Baru
Perubahan ini merupakan bagian dari implementasi sistem Ikusei Shuro, yaitu program yang akan menggantikan Program Magang Jepang (Ginou Jisshu). Sistem baru tersebut dirancang untuk membentuk tenaga kerja asing yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri Jepang dan memberikan jalur yang lebih jelas menuju Tokutei Ginou.
Bina Insani MTC Mengimbau
Bina Insani MTC mengimbau seluruh alumni Program Magang Jepang maupun calon pekerja yang ingin bekerja kembali di Jepang agar tidak hanya mengandalkan Hyoka Chosho. Persiapkan kemampuan bahasa Jepang dan sertifikasi keterampilan sejak dini agar proses menuju Tokutei Ginou tidak mengalami kendala ketika aturan baru mulai diterapkan.
Sumber referensi: Immigration Services Agency of Japan (ISA), Ministry of Justice Japan (MOJ), dan dokumen resmi Q&A Tokutei Ginou serta Ikusei Shuro.