Dalam upaya meningkatkan kesiapan calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan berkarier di Korea Selatan, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya UGM bekerja sama dengan Bina Insani MTC menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa seminar dan tryout akbar. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 2 Bina Insani MTC dan diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi kerja ke Korea Selatan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan kerja dalam memberikan pembekalan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa Korea, tetapi juga pemahaman budaya, etika kerja, serta kesiapan mental bagi peserta sebelum bekerja di luar negeri.
Seminar diawali dengan sambutan dari perwakilan Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya UGM dan Bina Insani MTC. Dalam sambutannya, kedua lembaga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pelatihan dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di pasar kerja internasional, khususnya di Korea Selatan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, peserta mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para akademisi yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang bahasa, budaya, serta ketenagakerjaan Korea Selatan.
Materi pertama disampaikan oleh Bapak Suray Nugroho, Ph.D. dengan tema "Adaptasi Budaya dan Etika Kerja di Korea Selatan."
Dalam sesi ini, peserta diajak memahami berbagai perbedaan budaya antara Indonesia dan Korea Selatan yang sering ditemui di lingkungan kerja. Mulai dari budaya disiplin waktu, komunikasi di tempat kerja, sikap saling menghormati, hingga pentingnya tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Selain itu, peserta juga diberikan gambaran mengenai etika bekerja di perusahaan Korea Selatan agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja secara lebih cepat dan profesional. Materi ini menjadi bekal penting karena keberhasilan bekerja di luar negeri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan bahasa, tetapi juga oleh kemampuan memahami budaya kerja setempat.
Materi kedua disampaikan oleh Bapak Andri Saefudin, M.A. dengan tema "Bekal Penting PMI di Korea Selatan."
Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat bekerja ke Korea Selatan. Mulai dari kesiapan mental, sikap profesional, kemampuan berkomunikasi, hingga pentingnya menjaga nama baik diri sendiri maupun Indonesia selama bekerja di luar negeri.
Peserta juga diberikan motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan kesempatan bekerja di Korea Selatan sebagai sarana mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kualitas hidup.
Materi ini memberikan pemahaman bahwa menjadi pekerja migran bukan sekadar bekerja di luar negeri, tetapi juga membawa tanggung jawab sebagai duta bangsa yang harus menunjukkan etika, disiplin, dan profesionalisme.
Setelah sesi seminar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Tryout Akbar yang diikuti oleh lebih dari 50 peserta.
Tryout ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam menghadapi proses seleksi kerja ke Korea Selatan, sekaligus menjadi sarana evaluasi hasil belajar yang telah mereka jalani selama mengikuti pelatihan di Bina Insani MTC.
Melalui tryout ini, peserta dapat mengetahui sejauh mana kesiapan mereka, mengenali materi yang masih perlu ditingkatkan, serta membangun rasa percaya diri sebelum mengikuti ujian yang sebenarnya.
Sebagai lembaga pelatihan kerja, Bina Insani MTC terus berkomitmen memberikan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas bagi calon pekerja migran Indonesia. Kolaborasi dengan Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya UGM menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih komprehensif melalui perpaduan teori akademik dan pengalaman praktis.
Melalui kegiatan seminar dan tryout akbar ini, diharapkan para peserta memiliki bekal yang lebih matang, baik dari sisi kemampuan bahasa, pemahaman budaya, etika kerja, maupun kesiapan menghadapi dunia kerja di Korea Selatan.
Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan diharapkan dapat terus berkembang sehingga mampu melahirkan generasi pekerja Indonesia yang unggul, profesional, dan mampu bersaing di tingkat global.
               Kontak Kami                                                               Â
              Â
              Bina Insani MTC